.:. Kembara Hati Insan Mencari Rabbnya .:.
Kisah insan2 yang pernah berjanji di Luh Mahfuz tetapi melupakan janji-janji mereka setelah lahir kedunia... Menjawap persoalan :- Siapa aku? Mengapa aku dilahirkan? Apa tujuan aku dihidupkan? Kemana aku akan pergi akhirnya...
Saturday, April 2, 2011
Friday, April 1, 2011
Kenapa kita GAGAL?
Seringkali pakar motivasi mencanangkan “setiap manusia ini lahir sebagai seorang juara”.
Dari jutaan sperma seorang ayah, kitalah yang berjaya menembus ovum dan bersenyawa seterusnya melahirkan kita yang ada pada hari ini.
Pertanyaan besar disebalik pernyataan diatas ialah “mengapa lebih ramai yang gagal berbanding dengan yang BERJAYA (SUCCESS)?
Apakah sesungguhnya definisi KEJAYAAN (SUCCESS)?
Pertama SUCCESS itu sangat berkait rapat dengan sikap (ATTITUDE)
Kedua SUCCESS itu sangat berkait rapat dengan BELIEF (system keyakinan yang sangat teguh dan mendalam)
Bagaimana pula dengan ENTHUSIASISM (ghairah yang berkobar-kobar dalam melakukan sesuatu), ketekunan (PERSEVERANCE), tekad (DETERMINATION), percaya kepada diri sendiri (SELF CONFIDENT) dan juga matlamat atau penentu tujuan (GOAL SETTING)
Sesungguhnya “SUCCESS is not something accidental, but MUST CERTAINLY BE WILLED”.
Oleh yang demikian, marilah kita membantu diri kita sendiri yang memiliki tangki penuh bahan bakar semangat untuk menjadi seorang yang berjaya (SUCCESS) dengan sedikit percikan2 api (SPARK) dan IGNITION agar tangki petrol SEMANGAT akan terus menyala dan membara untuk menempuh perjalanan jauh untuk menuju kejayaan.
Our attitude towards life determines life’s attitude towards us.
The great secret of success is self-discipline - getting yourself to do what
you really need to do - choosing to do what you feel is right and will bring the
results you want into your life - long term. It is bringing order and efficiency
into your life-. . . creating structure in your life and doing this enthusiastically!
Success comes from taking charge of yourself and feeling proud of yourself
when you do. The following success quotes will help expand your idea of success.
Salam juang Islam, Iman dan Ehsan utk saudara dan saudari.
Friday, November 26, 2010
Tuesday, July 20, 2010
Ke Makam Ayah Bonda
Sunyi pagi disinari suria
Wangi berseri puspa kemboja
Menyambut kami mewakili bonda
Tegak kami di makam sepi
Lalang-lalang tinggi berdiri
Dua nisan terkapar mati
Hanya papan dimakan bumi
Dalam kenangan kami melihat
Mesra kasih ayah bonda menatap
Sedang lena dalam rahap
Dua tangan kaku berdakap
Bibir ayah bonda bersih lesu
Pernah dulu mengucupi dahiku
Kini kurasakan kasihnya lagi
Meski jauh dibatasi bumi
Nisan batu kami tegakkan
Tiada lagi lalang memanjang
Ada doa kami pohonkan
Air mawar kami siramkan
Senyum kemboja mengantar kami
Meninggalkan makam sepi sendiri
Damailah ayah bonda dalam pengabadian
Insan kerdil mengadap Tuhan
Begitu bakti kami berikan
Tiada sama ayah bonda melahirkan
Kasih bonda tiada sempadan
Kemuncak murni kemuliaan insan
Monday, June 28, 2010
Flight to Yaman
Friday, June 11, 2010
Tetamu Senja
Tetamu Senja
Kita datang ini hanya sebagai tetamu senja
Bila cukup detik kembalilah
Kita kepadaNYA
Kita datang ini kosong tangan dada
Bila pulang nanti bawa dosa bawa pahala
Pada tetamu yang datang dan
Kenal jalan pulang
Bawalah bakti mesra kepada
Tuhan kepada Insan
Pada tetamu yang datang
Dan lupa jalan pulang
Usahlah derhaka pula
Pada Tuhan kepada insan
Bila kita lihat manusia lupa tempat
Atau segera sesat puja darjat
Puja pangkat
Segera kita insaf kita ini punya kiblat
Segera kita ingat kita ini punya tekad
Bila kita lihat manusia terbiar larat
Hingga mesti merempat ke laut biru
Ke kuning darat
Harus kita lekas sedar penuh pada tugas
Harus kita tegas sembah
Seluruh rasa belas
Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat
Kita datang ini satu roh satu jasad
Bila pulang nanti bawa bakti padat berkat
~ A. Samad Said ~
Monday, June 7, 2010
ANDAI GAZA DIDEPAN RUMAHMU...



Apa yang biasanya kau temui di depan rumahmu ketika bangun dari tidur?
Apa yang biasa kau lihat?
Apa yang biasa kau hirup?
Apa yang biasa kau rasakan?
Tatkala setelah kau bangun dari tidurmu dan kau buka pintu rumahmu?
Pernahkah kau bayangkan, ketika kau buka matamu, yang biasa kau temui di pagi harimu, segalanya menjadi jauh berbeza?
Ketika kau membuka mata.
Ada pemandangan yang tak pernah kau kira.
Ketika kau membuka mata.
Ada Gaza didepan rumahmu.
***
Andai Gaza di depan rumahmu.
Apa yang akan kau akan lakukan Saudaraku?
Tak perlu kau tanyakan bagaimana bisa.
Meskipun cuma seandainya, tak ada hal yang tak mungkin bagi-Nya.
Cukup bayangkan saja...
Ketika pagi, kau buka matamu.
Kau hairan, kenapa tak ada suara azan terdengar?
Tiba tiba ada suara-suara menggelegar?
Lalu kau bergegas menuju pintu rumahmu.
Kau buka, lalu seketika tak percaya.
***
Kegelapan yang biasa kau lihat, kini telah diterangi cahaya ledakan yang berkilat-kilat.
Silau!
Seolah-oleh retinamu tertusuk!
Kerna masih terbawa ngantuk!
Segarnya udara pagi yang murni dan belum tercemari, kini berganti dengan tajamnya bau belerang yang menusuk paru-paru.
Tak ada lagi udara yang menyegarkan seluruh tubuhmu.
Melainkan belerang panas dalam setiap hirupanmu.
Hawa dingin yang biasa menyengat hingga memaksamu mengenakan jaket panas, kini dipanasi oleh puluhan ledakan yang berasap.
Ketika kau mulai hairan,
Ketika itu pula kau bertanya-tanya :-
“Apa yang harus kulakukan?
Ini asli! Ini real! Ini benar benar terjadi!
Bukan berita yang setiap hari kulihat di TV!” ujarmu.
***
Kemarin, beberapa hari sebelum hari ini...
Khabar dan berita, tiap hari kau saksikan dan kau baca.
Hampir tiap hari pula, disampaikan kepadamu oleh mereka, berita tentang Palestina serta konfliknya di Jalur Gaza.
Lalu, setelah mendengar dan atau melihatnya dengan mata kepala (melalui layar kaca), kau diam serta tak berbuat apa-apa selain doa.
“Masih banyak urusanku yang lain” jawabmu.
Pendidikan katamu.
Jika kau seorang pelajar. “Aku harus menuntut ilmu, menggali kemudian mengkaryakannya agar berguna bagi negaraku”.
Begitu jawabmu.
"Mencari nafkah" katamu.
Jika kau seorang ketua rumah tangga. “Aku harus menghidupi keluargaku dengan cucuran keringatku.
Aku memiliki nyawa-nyawa lain yang bergantung dan menjadi tanggung jawabku”.
Begitu jawabmu yang lain.
Serta berbagai jawapan lain yang senada.
Jawapan dari orang-orang yang termasuk dalam golongan realitinya yang tak suka taking a risk!!!.
***
Itu kelmarin.
Kini segalanya telah lain.
Kau tak mampu berkata “maaf atau tidak” kepada seruan dan ajakan yang mengulurkan tangannya, Memintamu menyambutnya dan menyerahkan diri secara sukarela dengan niat tulus dan lurus, menjadi mujahid Allah Ta’ala.
Tak perlu lagi dalam-dalam meraba poket mu untuk transportasi.
Kini segalanya ada di depan matamu.
Lapangan jihad melawan Zonis terlaknat.
Di depan matamu, kau saksikan mortar berjatuhan.
Di sekelilingmu, kau dengar ledakan senapang, serta suara rentetan senapang yang membingitkan.
Ini bukan layar kaca!
Segalanya nyata!
Mayat yang tak lengkap lagi organ di tubuhnya berserakan di mana-mana.
Tua-muda, kecil-dewasa, pria-wanita, semua menjadi korbannya.
Lautan darah di sepanjang kau memandang.
“Kenapa tak hanyir?
Kenapa tak hamis?
Sebaliknya, harum...
Inikah syahid?” begitu fikirmu.
Tiba-tiba sebuah bom dijatuhkan di dekatmu.
Suaranya memecahkan lamunanmu.
Ledakannya mementalkan tubuhmu.
Kau bangun, tubuh dan seluruh persendianmu terasa ngilu.
Kau melihat rumahmu, kini telah menjadi abu.
Lalu kau sedari, tak ada waktu untuk termangu.
Keputusan harus dibuat secepat kilat.
Jihad.
Atau habis riwayat!!!
***
Andai Gaza di depan rumahmu...
Akankah kau terlalu sayang akan nyawamu?
Bersembunyi di sudut redup, karena percaya kata logika, jika berontak, tak ada harapan hidup.
Andai Gaza di depan rumahmu...
Atau akankah kau pungut senapan di dekatmu.
Berdiri.
Mengumpulkan keberanian, berlari ke depan.
Bergabung bersama para mujahid yang telah siap bahkan mencari Syahid.
Bukan menghantarkan nyawamu.
Tapi memberikan perlawanan.
Karena itu kewajiban.
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu. yaitu orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar.”
(Q.S. al-Hajj : 39-40)
Bukan pula karena panggilan.
Tapi keperluan.
Karena Gaza tak pernah memerlukanmu.
Tapi kau lah yang memerlukan Tuhanmu.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.”
(Q.S. at-Taubah : 111)
***
Maka, ketika dihadapkan dalam kondisi demikian, apakah kau akan bersyukur?
Bergembira karena dapat menjadi Mujahid-Nya.
Ataukah justru kau bersyukur karena sekarang kau tak berada dalam keadaan dimana nyawa menjadi taruhan?
“Hai manusia sekalian!
Janganlah kamu mengharapkan pertemuan dengan musuh dan mohonlah kesihatan kepada Allah.
Namun apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bersabarlah”
(H.R. Muslim)
Jika kau adalah golongan yang pertama, jika rumahmu bukanlah di Gaza atau Palestina.
Kau ingin, tapi karena hambatan beberapa hal ‘teknikal’, hingga tak memungkinkanmu pergi kesana.
Janganlah berduka.
Ketahuilah...
Hampir semua ayat berjihad, selalu diikuti kata “... dengan harta, dan jiwa mereka...”
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.”
(Q.S. at-Taubah :20)
Karena "GAZA" yang lain, ada di depan matamu.
Di dalam dirimu.
Ia berbentuk "NAFSU"
**Credit to Era Muslim**
http://www.eramuslim.com/o
Wednesday, May 26, 2010
Mencari Diri
Maka berjalanlah engkau dimuka bumi ini.
Dengan mata,
Apakah engkau tidak melihat?
Dengan telinga,
Apakah engkau tidak mendengar?
Dengan hati,
Apakah engkau tidak merasa?
Sungguh!!!
Bukan matamu yang buta,
Tetapi hatimu didalam dada!!!
Monday, May 24, 2010
kesana kemari

Sejak dua minggu lepas, sibuk kesana kemari menghadiri interview.
Jumaat : Japan Tobacco International- Menara RB Manulife, Damansara
Isnin : Ivis Group - TPM Bukit Jalil
Selasa : Aker Solution (Oil & Gas) - Menara HLA
Khamis : Infineon Technologies (Fab Manufacturing) - Melaka
Selasa : Bank Muamalat - KL
Sebenarnya tak de benda yg challenging pun dalam interview skrg.
Cuma ada satu interview yg aku suka, dgn Aker Solution, interviewer tanya pasal visi + misi kehidupan ku dalam berkarier.
Mmg interesting sebab you can see the wisdom, vision of a great leader that he portayed if I cud work under him.
Technical skills boleh dipelajari (IQ), tapi EQ dan SQ tak ramai org yg ada...
Masih menanti keputusan interview mingu2 lepas....
Insyallah, yang terbaik dariNYA utk ku.
Sunday, May 23, 2010
Rasa itu ku telan
Rasa itu ku telan
Entah mana silapnya.
Dikala dia susah aku tiada.
Mungkin silap aku juga.
Silap.
Aku silap.
Aku jahat.
Apa aku tegar melihat dia susah tanpa berbuat apa-apa.
Tapi apa boleh aku buat.
Keadaan tidak mengizinkan.
Bukan alasan.
Tapi aku tak punya kuasa untuk itu.
Hanya mampu berdoa, agar dia tenang di sana.
Tak pernah fikir olehku.
Tak sedikit pun ku bayangkan.
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri.
Begitu sulit ku bayangkan.
Begitu sempit ku rasakan.
Kau akan pergi tinggalkan ku sendiri.
Dahulunya di kutip.
Sekarang harus tahu jalan pulang.
Aku tidak sekuat yang dia sangka.
Malah aku tidak punya kekuatan untuk itu.
Tapi langkah harus ku teruskan.
Dia tidak lagi butuh aku.
Tapi aku tidak berganjak.
Aku tetap akan bertahan di sini.
Aku punya hati.
Hati yang perlu di jaga.
Tapi aku korbankan.
Demi dia.
Dia.
Aku doakan dia bahagia.
Hanya mampu melihat dari jauh.
Tapi..
Jangan kau lupa, aku masih tetap bertahan.
Bertahan.
Sampai kapan pun.
Itu janji.






