Friday, December 11, 2009

CERMIN DIRI

DISAAT MELIHAT KE DALAM DIRI






Tatkala ku datangi sebuah cermin
Nampak sesusuk wajah kacak yang sangat lama ku kenal dan sangat sering kulihat

Namun aneh , sesungguhnya aku belum mengenal siapa yang kulihat


Tatkala kutatap wajah , hatiku bertanya
Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya bersinar indah di syurga sana ?
Ataukah wajah ini yang kelak akan hangus legam di neraka Jahannam?!




Tatkala kutatap mata, nanar hatiku bertanya
"Mata inikah yang akan menatap penuh kelazatan dan kerinduan….
Menatap wajah Allah , menatap wajah Rasulullah , menatap wajah kekasih-kekasih Allah kelak?"
"Atau mata inikah yang akan terbeliak , tersembul , menganga , terburai menatap
wajah Neraka Jahannam?"
Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan ?
Wahai mata , apa gerangan yang kau tatap selama ini ?



Tatkala kutatap mulut , apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh
kerinduan ..
Mengucap "Laa ilaaha ilallah" disaat malaikat maut datang menjemput ?
Ataukah menjadi mulut ternganga dengan lidah menjulur , dengan jeritan pilu yang akan mencabut sendi-sendi setiap pendengar?!
Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahannam ..
yang akan menghangus ,menghancur setiap usus.




Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau berkata jujur.
Betapa mudahnya engkau syahdu memohon agar ALLAH mengampunimu.



Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang manis?
Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan ?
Berapa banyak hati-hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu ?
Betapa jarang engkau berkata jujur.





Tatkala kutatap tubuhku.
Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya …
Bersinar , bersukacita , bercengkerama di syurga ?
Atau tubuh ini yang akan tercarik hancur , mendidih , di dalam lahar
membara jahannam , terpasung tanpa ampun , derita yang tak pernah berakhir?!



Wahai tubuh,
Berapa banyak maksiat yang engkau lakukan?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba Allah yang lemah yang engkau
tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli
padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak orang lain yang telah engkau rampas?



Ketika kutatap hai tubuh
Seperti apa gerangan isi hatimu?
Apakah isi hatimu sebagus kata-kata mu?
Atau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu?
Apakah hatimu segagah ototmu?
Atau selemah daun-daun yang mudah layu?
Ataukah hatimu seindah penampilanmu?
Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu?



Sungguh, amat berbeza
Apa yang tampak di cermin
Dengan apa yang tersembunyi
Betapa beza apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi



Aku telah tertipu , aku tertipu oleh topeng
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng,
Hanyalah topeng belaka
Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng
Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng..






Sedangkan aku …
Hanyalah selonggok sampah busuk yang terbungkus rapi disebalik pakaian dan perhiasan dunia.




Aku tertipu ,
Aku malu Ya Allah
Ya Allah...selamatkan aku...
Amin Ya Rabbal ‘alamin



**Nukilan Rasa - Asyraf Tan**

4 comments:

ansar said...

salam, post ni sgt menyentuh hati dn sedarkn sy. minta izin publish di blog sy, ya.sy akan sertakn link blog ni sekali.

Kembara Hati Sang Jejaka said...

Silakan wahai ansar..
berpesan2 pada kebenaran
berpesan2 pada kesabaran
hanya itu yg mampu kita lakukan...

MOHD. ADHA MOHD. ZAIN said...

salam ziarah

http://myadha.blogspot.com

Kembara Hati Sang Jejaka said...

thanks Adha

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails