Thursday, October 30, 2008

Bunga Api

Malam itu tiba-tiba saja suara dentuman terdengar begitu dekat.
Saya sedikit terkejut, kerana sebenarnya hampir saja terlelap.
Tidak hanya sekali, tapi terdengar berkali-kali.
Semakin jauh saja rasa mengantuk yang tadi begitu dekat menghampiri mata.
Dengan sedikit kesal saya menuju jendela. . Ku selak tirai dan ku pandang keluar..


Tiba-tiba di langit yang gelap terlihat cahaya berwarna-warni…

Begitu indah.. begitu beremerlapan

Mmm.. ternyata bunga api..

Seseorang sedang meluncurkan bunga api malam ini..

Aku suka melihat bunga api..

Aku kemudian tidak lagi merasa terganggu..

Bahkan mataku terus menatap langit, terpesona oleh setiap percikan-percikan api yang meledak di langit..

Gemerlap..

Indah..

Hilang...

Gemerlap..

Indah..

Hilang...

Begitu seterusnya,


Sampai akhirnyaku tidak lagi melihat ledakan-ledakan di langit.

Telingaku tidak lagi mendengar dentuman-dentuman di luar..

Untuk sesaat ku terus memandang langit..

Tapi nampaknya permainan sudah selesai ..



Hampir saja ku tutup tirai, ketika mataku kemudian melihat cahaya lain di gelapnya langit. Cahaya yang tadi kalah terang dengan gemerlapnya kembang api. Sebuah bintang bercahaya lembut di ujung sana..


Aku tersenyum memandangnya..

Dan memperhatikan dengan khusyuk ..

Ledakan bunga api tadi memang terlihat begitu mempesona..

Tapi cahaya bintang itu..

Terlihat begitu indah..

Begitu sederhana..

Perasaan damai dan tenang perlahan terasa di tubuh ini..

***


Assalamualaikum Wr Wb…

Dear all,

Kemudian saya terpikir suatu hal.

Mungkinkah selama ini kita memang sering tertipu oleh bunga api dalam hidup kita?

Kita sering terpesona oleh kemilau dunia, kesenangan sesaat..

Tidak hanya terpesona, bahkan mungkin kita juga mengejarnya, berlari hanya untuk sekedar melihat “gemerlapnya percikan bunga api” tersebut..

Bunga api memang terlihat begitu hebat, tapi hanya sesaat, karena setelah meledak, hilang tak berbekas..

Bunga api takkan pernah menemani langit untuk bersama tawaf mengorbit alam semesta..


Sama seperti segala hal duniawi..

Segala hal tentang nafsu, harta, kedudukan, material..

Semua nampak indah, tapi sesungguhnya hanya sesaat dan kemudian akan hilang tak berbekas..

Segala nafsu takkan pernah bisa menemani kita tawaf mengitari Ar Rahmaan..

Berbeda dengan bunga api,

Bintang akan terus ada di langit. Kala terang maupun gelap, siang atau malam, cerah atau badai.. bintang sesungguhnya ada terus dilangit, dan sinarnya begitu tenang dan damai, begitu sederhana dan indah..

Bintang akan selalu berusaha menemani langit untuk bersama tawaf mengorbit semesta..

Sama dengan segala hal yang tulus di dunia ini..


Cinta yang tulus, nafkah yang baik, keluarga yang sakinah, teman yang amar maruf nahi munkar, pemimpin yang amanah, makmum yang taat, rezeki yang halal, amal yang ikhlas, anak yang sholeh, segala hal tentang suara hati, semuanya akan mampu menemani kita untuk menjalani dan mengakhiri hidup dengan baik..


Merekalah bintang-bintang yang seharusnya kita kejar..

Bintang-bintang yang seharusnya mengisi luasnya langit di hati kita..

Dengan cahayanya yang lembut,

Yang tenang..

Yang damai..

Yang begitu sederhana...

Bintang yang akan menemani kita bertawaf, berputar dalam ke-Maha Luas-an angkasa CintaNya..

***


Kemudian ku tutup tirai. Berjalan menuju pembaringan. Menelentangkan tubuh.. memejamkan mata.. dan berdoa..

Ya Rabb,

Ya Rahmaan. Ya Rahiim.

Kuingin, cinta sejatiku hanya untukMu..

Karena itu, jadikan aku dekat dengan orang-orang

yang juga ingin menjadikan Engkau sebagai cinta sejatinya..

Jadikan pula hatiku luas bagai langit…

Agar aku selalu tersenyum dengan segala ketetapan yang Kau berikan padaku..

Dan hiasi hati ku tersebut dengan bintang..

Bukan dengan bunga api..

Walau mungkin sempat hati ini

dipenuhi oleh gemerlapnya bunga api

Tapi…

Berikan aku bintang yang sederhana..

Yang mengisi luasnya langit hatiku dengan cahayanya yang damai dan membawa ketenangan…

Bintang yang akan bersamaku bertawaf dan berputar mengarungi angkasa cintaMu..

Menuju CintaMu…

Amiin..


Written by : Ruli Amirullah

Tuesday, October 28, 2008

Time Flies 2 - Masa Berlalu Terlalu Pantas


Farewell + Usrah last Zul kat umah aku...





Usrah dirumah Azwan....sambil celebrate mujahid muda

Ni usrah ke 2 merangkap usrah last dirumah Azwan


Farewell Faizal di Ilyana Cafe



Farewell Aznil di IE 4
Tak tahu apa cerita Yop Felda Lasah nih...


Selepas Aznil, Yono, Zul, Faizal meninggalkan GBS, kini Azwan pun turut sama
Org perak ni pindah dari Penang Darul DAP ke Melaka Darul BN ( hehe).

Tak kisah laYop, mana pun ko duduk, dakwah mesti diteruskan jua.


Aku tak tahu nak tulis apa dah.
Ni la tahun dukacita yg aku rasa sejak aku join usrah TL.

benarlah kata org, bila ukhuwah dah sebati dalam telaga jiwa kita,
sedikit sebanyak mmg terasa kehilangan kawan2.

Wednesday, October 22, 2008

Disiplin Solat Lima Waktu


Di masa Nabi Muhammad SAW tidak ada orang yang sengaja tidak solat berjamaah di masjid selain orang munafiq yang tidak diragukan kemunafiqannya.


Di antara ciri menonjol muttaqin (orang-orang bertaqwa) ialah rajin menegakkan solat sebagaimana diperintahkan Allah SWT dan dicontohkan Nabi SAW.


“Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.”

(QS Al Baqarah ayat 2-3)


Muttaqin menyedari bahwa solat merupakan bukti keimanan yang sangat signifikan. Dan mereka sangat menyadari betapa besar akibatnya bila seseorang dengan sengaja meninggalkan solat wajib lima waktu tanpa alasan yang dibenarkan syariat. Nabi SAW menggambarkan orang yang meninggalkan solat sebagai terlibat dalam kekufuran bahkan kemusyrikan!


“Aku mendengar Nabi SAW bersabda:

“Sesungguhnya antara seorang lelaki dan kemusyrikan serta kekufuran ialah meninggalkan solat.

(HR Muslim 116)


Malah dalam hadits lainnya Nabi SAW berlepas diri dari orang yang dengan sengaja melalaikan kewajiban solat. Sehingga beliau mengatakan bahwa tindakan tersebut akan menghilangkan jaminan Allah SWT dan RasulNya atas orang itu pada hari kebangkitan kelak.


Dari Ummu Aiman radhiyallahu ’anha bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda:


“Jangan kamu tinggalkan solat dengan sengaja. Karena sesungguhnya barangsiapa meninggalkan solat dengan sengaja maka sungguh lepaslah darinya perlindungan Allah SWT dan RasulNYa.”

(HR Ahmad 26098)



Dan perlu diketahui bahwa urusan paling awal yang akan Allah SWT periksa atas hamba-hambaNya pada hari pengadilan ialah solatnya. Barangsiapa yang solatnya dikerjakan dengan baik maka beruntunglah dia, dan sebaliknya barangsiapa yang solatnya dinilai kurang, maka kekurangannya hanya bisa ditutup bila hamba tersebut punya simpanan solat sunat.


“Sesungguhnya hal pertama yang diperhitungkan dari seorang hamba Allah SWT pada hari kiamat ialah solatnya. Jika didapati ia sempurna maka ia dicatat sebagai sempurna. Jika didapati terdapat kekurangan, maka dikatakan ”Coba lihat adakah ia memiliki solat sunnah yang dapat melengkapi solat wajibnya?” Kemudian segenap amal perbuatannya yang lain diproses sebagaimana solatnya.

(HR An Nasai)


Saudaraku,

tegakkanlah solat wajib lima waktu dengan disiplin. Sebab Nabi SAW mengatakan bahwa solat wajib akan menghapuskan segenap kesalahan seorang muslim laksana daun yang berguguran dari sebatang pohon.


“Seorang muslim bila berwudhu dan ia baguskan wudhunya kemudian ia solat lima waktu, maka berguguranlah kesalahannya seperti bergugurannya daun ini.” Kemudian beliau membaca ayat sbb: “Tegakkanlah solat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”.

(HR Thabrani 6028)


Saudaraku,

usahakanlah sedapat mungkin untuk selalu menegakkan solat wajib lima waktu berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum pria muslim. Sebab ahli fiqih dari kalangan para sahabat, yaitu Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa orang yang solatnya dikerjakan di rumah –bukan di masjid- berpotensi untuk menjadi sesat dari jalan Allah SWT.



Ibn Mas’ud radhiyallahu ’anhu berkata:

“Barangsiapa ingin bertemu Allah SWT esok hari sebagai seorang muslim, maka ia harus menjaga benar-benar solat pada waktunya ketika terdengar suara adzan. Maka sesungguhnya Allah subhaanahu wa SWT telah mensyari’atkan (mengajarkan) kepada Nabi SAW beberapa SUNANUL-HUDA (perilaku berdasarkan hidayah/petunjuk) dan menjaga solat itu termasuk dari SUNANUL-HUDA. Andaikan kamu solat di rumah sebagaimana kebiasaan orang yang tidak suka berjama’ah berarti kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad SAW. Dan bila kamu meninggalkan sunnah Nabimu Muhammad SAW pasti kamu tersesat.”

(HR Muslim 1046).


Bahkan dalam hadits yang sama, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ’anhu mengatakan bahwa pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup tidak ada orang yang sengaja tidak solat berjamaah di masjid kecuali orang munafiq yang tidak diragukan kemunafiqannya. Na’udzubillahi min dzaalik..!


"Dan sungguh dahulu pada masa Nabi Muhammad SAW tiada seorang tertinggal dari solat berjama’ah kecuali orang-orang munafiq yang terang kemunafiqannya.”

(HR Muslim 1046).



Terapi solat

Oleh Ziauddin Sharuddin
www.bharian. com.my




KAJIAN saintifik tiga pensyarah Universiti Malaya membuktikan solat yang diwajibkan kepada umat Islam setiap hari, bukan hanya amalan kerohanian tetapi terbukti mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental terutama meningkatkan tahap kesihatan manusia.

SOLAT sebagai rukun Islam yang wajib dilakukan setiap umat Islam sudah banyak dikaji dari sudut kerohanian.

Bagaimanapun, pernahkah kita berfikir mengenai pengertian setiap gerakan solat seperti qiyam, rukuk, sujud, duduk antara dua sujud serta tahiyat awal dan tahiyat akhir.

Adakah gerakan itu hanya sekadar gerakan tubuh yang tidak mempunyai makna?

Kajian sains moden mendedahkan bahawa amalan yang dilakukan lima kali setiap hari bukan hanya suatu amalan kerohanian yang mendekatkan hamba kepada penciptanya. Kehebatan solat ternyata memanfaatkan tubuh manusia.

Hasil kajian saintifik membuktikan kewajipan terhadap setiap umat Islam mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental manusia.
Ng Siew Chok memakaikan topi elektrod untuk mengkaji gelombang otak.

Lebih membanggakan bukti itu diperoleh hasil kajian anak tempatan, termasuk seorang bukan Islam. Mereka adalah pensyarah Jabatan Kejuruteraan Biomedikal di Fakulti Kejuruteraan Universiti Malaya (UM) yang diketuai Profesor Madya Dr Fatimah Ibrahim bersama Profesor Wan Abu Bakar Wan Abas dan Ng Siew Cheok.

Penggerak kajian ini ialah Perdana Menteri, Datuk Seri Abdullah Ahmad Badawi dan melalui geran Jabatan Perdana Menteri (JPM), kajian itu bermatlamat menentukan nilai terapeutik solat terhadap mereka yang melakukan solat, termasuk dari segi sistem kardiovaskular, komposisi tubuh, isyarat otak dan aktiviti otot.

Dr Wan Abu Bakar ketika memperjelaskan kajian itu berkata, mereka adalah jurutera bioperubatan yang mengkaji tubuh manusia dari segi kejuruteraan.

Katanya, kajian itu cuba melihat apa yang sebenar berlaku kepada fizikal dan mental manusia ketika melakukan solat.
SOLAT terbukti mempunyai hikmah tersirat terhadap fizikal dan mental manusia.
“Kajian dibahagikan kepada beberapa bahagian, iaitu saya mengkaji aktiviti otot, Siew Chok mengkaji isyarat otak, iaitu apa yang berlaku kepada gelombang otak ketika solat. Dr Fatimah mengkaji komposisi tubuh,” katanya.

Beliau berkata, hasil kajian mendapati bahawa ada banyak perkara positif apabila seseorang melakukan solat dan ini dimuatkan dalam buku `Solat: Kebaikan Dari Perspektif Sains’ terbitan Jabatan Kejuruteraan Biomedikal. Buku ini mempunyai dua versi, bahasa Melayu dan Inggeris.

Setakat ini, kajian itu adalah yang pertama dilakukan secara saintifik di negara ini. Bagaimanapun, sudah ada beberapa kajian yang sama, tetapi tidak menyeluruh dan lengkap seperti yang dilakukan UM.

Seorang doktor perubatan dari Indonesia, Prof Dr Moh Sholeh, melakukan kajian khusus terhadap solat tahajud.

Beliau mengambil sampel darah, hormon tekanan (stress) dan imuniti dalam badan. Selepas tiga bulan melakukan solat, sampel diambil lagi dan didapati imuniti meningkat dan hormon tekanan menurun. Rumusannya solat tahajud boleh merawat barah.

Kajian lain dilakukan oleh tiga doktor perubatan dari Universiti Hokkaido di Jepun, iaitu Mohammed Faruque Reza, Yuji Urakami dan Yukio Mano, yang mendapati bahawa posisi tubuh (posture) solat boleh merawat warga tua yang sakit tulang.

Dr Wan Abu Bakar berkata, kajian sepatutnya berakhir tahun ini, tetapi jabatan mempunyai beberapa cadangan baru bagi memperluaskan kajian itu.

Memperjelaskan kajian lanjutan itu, Dr Fatimah yang mengetuai kajian berkata antara bidang baru yang akan dikaji ialah mengenai perbezaan solat antara orang biasa dan ulama.

“Kajian itu akan mengkaji isyarat otak ulama dan orang biasa ketika bersolat. Adakah isyarat otak orang alim adalah lebih tenang berbanding orang biasa kerana kita menjangka mereka memahami bahasa al-Quran,” katanya.

Bagaimanapun, katanya sukar untuk mendapat ulama secara sukarela menyertai ujian ini. Beliau memberi jaminan bahawa identiti mereka yang menyertai ujian dirahsiakan dan hanya dinyatakan sampel adalah dari kumpulan tertentu.

Berbanding kajian awal yang mengesahkan solat memberi banyak kebaikan kepada kesihatan manusia, katanya kajian lanjutan memperjelaskan proses solat merawat pelbagai penyakit.

Mengambil Erektil Disfungsi (ED) atau mati pucuk sebagai contoh, katanya kajian awal yang dilakukan mengesahkan bahawa solat memberi kesan positif untuk merawat ED, tetapi mereka ingin mengkaji cara gerakan solat merawat penyakit itu.


LinkWithin

Related Posts with Thumbnails